Minggu, 21 April 2013

SEJARAH


Inyiak Canduang (1871-1970)

Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang adalah sebuah institusi pendidikan Islam setingkat SLTP dan SLTA hasil pengembangan sistem belajar Surau dari halaqah pengajian Syekh Sulaiman Arrasuli (Inyiak Canduang) di Surau Baru Pakan Kamih yang diasuhnya sejak tahun 1908.

MTI Canduang terletak di sebuah desa lereng sebelah utara gunung Merapi yaitu kampung Pakan Kamih jorong Lubuak Aua nagari Canduang Koto Laweh, kecamatan Canduang, kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia.

Syekh Sulaiman Arrasuli lahir di Canduang pada tahun 1871. Pada masanya beliau lebih dikenal dengan sebutan “Inyiak Canduang” atau “Buya Canduang”. Semenjak usia sepuluh tahun beliau menuntut ilmu-ilmu keislaman tanpa terputus dari surau ke surau di sekitar Minangkabau, kemudian melanjutkan pendidikan ke Makkah Al-Mukarramah.

Pada tahun 1907 Syekh Sulaiman Arrasuli kembali dari Makkah menyelesaikan studinya. Setahun setelah itu, yaitu  pada tahun 1908 beliau membuka halaqah pengajian di “Surau Baru” di Pakan Kamih. Sistem yang dipakai adalah berupa hafalan dengan menamatkan satu atau dua kitab dengan mengajarkan bermacam-macam kitab gundul, serta mempunyai tingkat yang sesuai dengan tinggi rendahnya kitab-kitab yang dipelajari sebagaimana yang pernah beliau pelajari di Makkah dulu.

Surau Baru
Di sebelah ini adalah Surau Baru yang disebut juga dengan nama Surau Tinggi. Disinilah Syekh Sulaiman Arrasuli memulai pengajiannya. Sekarang bangunan ini disebut sebagai asrama putra satu karena dipakai  sebagai tempat tinggal santri putra. Asrama ini terletak di belakang Masjid Tarbiyah, komplek kampus MTI Canduang yang hanya bisa ditinggali oleh 70 orang santri saja. 

Pelajaran yang diberikan oleh Syekh Sulaiman pada Surau Baru itu sudah mempunyai rangkuman dan daftar yang terjadwal dengan baik. Surau itulah cikal bakal berdirinya Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang.

Pada tahun 1928 sistem pendidikan Halaqah di Surau Baru berubah bentuk menjadi klasikal dengan nama “Madrasah Tabijah Islamijah Tjandoeng”. Lama pendidikannya adalah 7 tahun. Ketika itu mulai digunakan lokal, bangku, meja, papan tulis sebagai media pengajaran.

Ketika upacara peresmian madrasah ini, tepatnya pada tanggal 15  Zulkaedah 1346 H atau 5 Mei 1928 M hadir para ulama dan pimpinan surau-surau dari berbagai daerah di ranah Minang. Kemudian mereka tertarik dan bermusyawarah-mufakat untuk merubah seluruh sistem “Surau” (Halaqah) yang mereka asuh menjadi klassikal yang diberi nama dengan Madrasah Tarbiyah Islamiyah disingkat MTI serta memakai kurikulum dan kitab-kitab yang sama dengan MTI Canduang. Sampai sekarang lebih dai 300 MTI berdiri yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Pada tanggal 5 Mei 1928 itu terbentuk pula wadah shillaturrahmi dan komunikasi antar MTI yang merupakan cikal bakal lahirnya organisasi kemasyarakatan yang dikenal dengan PERTI (PERSATUAN TARBIYAH ISLAMIYAH).

MTI Canduang tahun 1929
Foto bersama Ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah di waktu ulang Tahun pertama Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung, pada tahun 1929 (buku “Perjuangan Persatuan Tarbiyah Islamiyah, oleh Syarqawi Machudum, Jakarta: Perpustakaan Tarbiyah Islamiyah, 2011) di Copas dari http://surautuo.blogspot.com/


Setiap tahunnya pendidikan di MTI Canduang terus berkembang. Pada tahun 1978 MTI Canduang menfasilitasi murid-murid yang berminat untuk mengikuti ujian nasional di sekolah lain. Dimana murid-murid tidak diwajibkan ikut Ujian Nasional, bagi yang berminat akan dibantu oleh manajemen MTI Canduang untuk mengurusnya. Dan ketika itu juga program Tsanawiyah MTI Canduang tercatat di Depag RI dengan status terdaftar. Kemudian tahun berikutnya diikuti pula oleh program Aliyah.

Beberapa tahun berikutnya program  Tsanawiyah dan Aliyah itu diakui oleh Pemerintah. Pada tahun 1998 MTI Canduang tingkat Tsanawiyah berstatus “Disamakan”, dan MTI Canduang tingkat Aliyah berstatus terakreditasi “A”.

Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang tahun 2012


 -------------------------------------------------
Last Update: Senin, 22 April 2013 - Pukul 02:37 Wib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar